- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Kalteng Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Pertemuan Adat se-Indonesia
NET
DayakPALANGKARAYA (EKSPOSnews): Kalimantan Tengah (Kalteng) ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan adat se Indonesia pada September 2010, kata Damang Kepala Adat Selat Kabupaten Kapuas Simpei Ilon, Selasa 31 Agustus 2010.
"Kalteng ditunjuk sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional Masyarakat Adat Dayak bulan September 2010. Pada cara ini tidak saja dihadiri para Damang Kepala Adat maupun Majelis Adat saja, namun pemangku adat se-Indonesia," kata Damang Kepala Adat Selat Kabupaten Kapuas di Palangkaraya. Bahkan, menurut Sipei Ilon, pada Munas itu, juga akan hadir para kepala adat dari negara tetangga, yakni Serawak dan Kuching, Malaysia. Kehadiran pemangku adat Negara tetangga ini diharapkan dapat mencarikan solusi perselisihan yang selama ini terjadi antara Indonesia-Malaysia. "Melalui pendekatan adat dan budaya, kita berupaya agar hubungan tegang antara Indonesia- Malaysia bisa dicarikan solusinya. Sebab yang akan menghadiri acara ini merupakan warga Dayak Malaysia," ujarnya. Dia mengutarakan, tidak mengundang Negara tetangga saja, panitia melalui Rusli Lutan yang merupakan pengurus adat Jawa Barat, berencana mengundang warga dari provinsi Yunan China. Pertimbangannya warga Yunan China ini budayanya tidak jauh berbeda dengan Suku Dayak. "Mudah-mudahan upaya Rusli Lutan bisa berhasil mengajak warga Yunan China untuk hadir di acara Munas Masyarakat Adat Dayak nanti. Sehingga keberadaan mereka bisa saling mengenal dan tukar pengalaman dengan budaya Dayak di Indonesia," terangnya. Dijelaskannya, selain melakukan musyawarah, Dewan Adat Dayak Nasional juga akan menghadirkan berbagai budaya Dayak melalui sanggar seni dan budaya yang ada di masing-masing daerah. "Penampilan budaya dan seni Dayak nantinya bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Kalteng. Terpenting lagi melalui Munas tersebut dapat memberikan dampak positif bagi NKRI," tegas Simpei Ilon. Kemudian, sambung dia, selain menungundang warga Dayak dari negara tetangga dan warga Yunan China. Panitia penyelenggara juga mengundang Menkopolkam, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Dia berharap, dengan digelarnya munas tersebut dapat meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan NKRI. Selain itu sebagai upaya lebih memperkenalkan seni dan budaya Dayak sebagai salah satu asset pariwisata. (ant)
BERITA TERKAIT:
|