Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
Home  / Sosok
Petualangan Dulmatin Berakhir di Ujung Timah Panas Densus 88
Dulmatin
Gembong teroris Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Joko Pitono tewas dalam penggerebekan oleh Tim Densus 88/Antiteror di Ruko Multiplus, Pamulang,Tangerang Selatan, Banten, Selasa lalu (9/3).

Berakhir sudah petualangan teroris yang dijuluki si jenius ini. Dulmatin lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 6 Juni 1970. Dia merupakan tokoh senior jaringan militan Jamaah Islamiyah (JI) dan menjadi buronan tiga negara sekaligus, yakni Indonesia,Filipina, dan Amerika Serikat (AS). Pada 2005,Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah USD10 juta (Rp93 miliar) untuk informasi tentang Dulmatin. Hadiah ini terbesar kedua yang ditawarkan Pemerintah AS dalam perang melawan terorisme setelah tawaran hadiah USD25 juta bagi penangkapan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan pemimpin Al- Qaeda Irak Abu Musab al-Zarqawi.

Dulmatin pernah mengenyam pendidikan militer di Afghanistan pada 1990–2001. Dalam jaringannya, Dulmatin kerap disebut si jenius lantaran keahliannya merakit bom,ilmu yangdiaperolehdari gembong teroris lainnya,Dr Azahari. Sejak kecil Dulmatin dikenal pintar dan mandiri.Ketika menempuh pendidikan sekolah dasar (SD), dia selalu mendapatkan peringkat pertama. Berdasarkan bagian lembar rapor SMA yang ditunjukkan oleh keluarga kepada wartawan,kemarin, nilainya rata-rata delapan. Nama Dulmatin mulai dikenal dunia internasional setelah menjadi tokoh kunci di balik serangan bom di dua klub malam di Bali,Oktober 2002. Saat itu serangan bom teroris menyebabkan 202 orang tewas, sebagian wisatawan mancanegara.

Teroris yang pernah berbisnis jual beli mobil ini dipercaya telah memasang salah satu bom yang dihubungkan melalui telepon seluler dengan para pelaku bom bunuh diri di Bali. Bersama Dr Azahari, dia juga merakit bom mobil yang digunakan dalam serangan itu. Layaknya Dr Azahari dan koleganya, Noordin M Top, beberapa analis percaya Dulmatin terlibat dalam berbagai serangan bom di Asia Timur meski tidak cukup bukti untuk memperkuat dugaan ini.Sejak 2003,dia menetap di Filipina, membantu melatih anggota militan di negara itu. Pada 2007,Komandan Pasukan Marinir Filipina Mayjen Juancho Sabban menegaskan, Dulmatin berada di Provinsi Sulu yang menjadi basis kelompok teroris Abu Sayyaf.

Bahkan, katanya, buronan Jamaah Islamiyah lainnya, Umar Patek, juga berada di daerah itu. Juanco mengatakan, Umar Patek dan Dulmatin yang bersembunyi di Filipina setelah Bom Bali 2002 telah melatih para anggota kelompok militan Filipina dan perancang sejumlah serangan bom di negara itu. Pada tahun itu, Dulmatin dikabarkan terluka dalam pertempuran dengan tentara pemerintah di Pulau Jolo, Filipina. Meski nyaris tertangkap aparat keamanan negara itu, akhirnya dia berhasil lolos dan diduga menyeberang ke Indonesia.

Sebulan di Gang Asem, Pamulang

Tidak diketahui pasti sejak kapan Dulmatin tinggal di kawasan Pamulang,Tangerang Selatan, Banten.Namun sejumlah warga mengaku melihat pria mirip Dulmatin sebulan belakangan sering berkunjung ke kediaman Fauzi. Fauzi adalah mantri kesehatan yang rumahnya di Gang Asem, Jalan Dr Setiabudi No 15 Pamulang Barat,Tangerang Selatan, turut digerebek Densus 88, Selasa lalu (9/3).

Dalam penggerebekan di Gang Asem ini, Densus 88 menembak mati dua teroris, Ridwan dan Hasan Nur, yang berperan sebagai pengawal Dulmatin. “Saya ingat, ketika ada di televisi tadi, dia (pria mirip Dulmatin) memang berada di sini sudah cukup lama,ada sekitar sebulan yang lalu. Namun dia tinggal di mana saya juga tidak tahu persis.Yang jelas memang keluar masuk rumah Pak Fauzi,” ujar Rahman, seorang tokoh masyarakat di RT3/5 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang,kemarin. Pemilik rental internet dan playstation Paz-Net yang berlokasi persis di Gang Asem, Haris, juga mengaku melihat pria mirip Dulmatin sejak awal Februari 2010. Bahkan, menurutnya, pria itu pernah bermain internet di tempatnya. ”Awal Februari dia sempat main di sini, setelah itu memang pulangnya ke arah rumah Pak Fauzi,” tuturnya.

Haris mengaku tidak sempat menanyakan identitas orang itu. Namun dia yakin orang itu adalah Dulmatin. ”Yang datang memang persis seperti itu di televisi,”tuturnya. Belum diketahui apakah pria yang dimaksud warga itu benar Dulmatin.Yang pasti, kini gembong teroris itu telah tewas. (SI/fes)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb