- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Dipersiapkan Jadi Dubes, Ternyata Jadi Gubernur Sumbar
NET
Irwan PrayitnoKalimat itu terlontar dari bibir Irwan Prayitno saat acara pisah sambut dengan gubernur lama, Marlis Rahman pada Minggu 15 Agustus 2010 malam adalah serasa mimpi jadi gubernur.
"Saya masih belum sreg dipanggil Pak Gubernur. Ketika ada yang memanggil Pak Gub, saya bertanya, siapa yang dipanggil," tutur Irwan yang malam itu didampingi istri, Nevi Zuairina. Mantan anggota DPR RI itu menuturkan, ia menyatakan bersedia maju menjadi calon gubernur, hanya dalam hitungan jam menjelang berakhir masa pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. Malahan, sehari menjelang berakhir masa pendaftaran masih ditolak tawaran untuk menjadi calon gubernur. "Partai (PKS) memerintahkan sehingga akhirnya dijalankan," katanya. Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan Putra tersenyum kecil mendengar pernyataan Irwan. Ketika itu, ungkap bapak sembilan anak itu, Pak Muslim Kasim (Wakil gubernur) masih belum menemukan pasangan yang tepat untuk maju dalam pesta demokrasi Juni lalu. Padahal, saya sebelumnya sudah disiapkan untuk menjadi Duta Besar. Bahkan, anggota keluarga --istri dan anak-anak--sudah disiapkan untuk ke luar negeri, tutur Irwan. "Jadi pemimpin adalah atas kehendak Allah SWT lain, maka harus dijalankan secara benar. Insya Allah bisa terlaksana," katanya. Irwan Prayitno, 47, maju dalam Pemilihan Gubernur Sumbar berpasangan dengan Muslim Kasim. Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah itu Irwan - Muslim meraih suara terbanyak. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hanura Sumbar itu, dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi atas nama Presiden RI dalam rapat paripurna istimewa DPRD Sumbar. Terhitung sejak 15 Agustus 2010 pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim sudah menjadi gubernur dan wakil gubernur defenitif masa jabatan periode 2010-2015. Kesempatan acara serah terima itu, gubernur mengajak pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk sama-sama memperkuat persaudaraan dan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kata Irwan, merupakan bagian dari gubernur dan wakil gubernur, maka perlu diajak dalam menjalankan dan tanggung dengan benar. "Kita akan membangun sistem untuk pembangun dan kemajuan Sumbar ke depan. Jadi, menempatkan pejabat dan pegawai dikarenakan oleh hal-hal tertentu, tapi yang kompeten di bidang tersebut," katanya. Ketua DPRD Sumbar, Yulteknil menyatakan, pasangan gubernur-wakil gubernur Irwan Prayitno-Muslim Kasim dinantikan masyarakat Sumbar. Sebab, masyarakat mengharap bisa cepat keluar dari permasalahan, terutama segera diselesaikan pencairan bantuan gempa. Politisi Partai Demokrat Sumbar itu menyatakan harapan masyarakat agar Sumbar menjadi daerah lebih baik ke depan, tentu akan menjadi tantangan gubernur untuk lima tahun mendatang. Namun, melihat kemampuan pasangan gubernur-wakil gubernur yang baru dilantik, ia optimistis daerah ini bisa menuju ke arah lebih baik lagi. Sekretaris DPD Demokrat itu juga berharap Gubernur bisa menghimpun kekuatan dan membangun sinergi dengan dewan, pemerintah kabupaten/kota, dan komponen masyarakat serta kalangan perantau Minang. "Kita optimistis dengan jaringan gubernur baru ke pusat, tentu sangat diharapkan bisa lebih banyak alokasi anggaran pusat untuk pembangun Sumbar," katanya. Rangkum Persoalan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim, seusai pelantikan langsung menggelar pertemuan dengan para bupati dan wali kota se-Sumbar di Gubernuran. Dalam pertemuan itu, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan visi dan misinya di hadapan kepala daerah. Gubernur menyampaikan program yang akan menjadi prioritas dalam 100 hari kerja. Pada kesempatan itu, bupati dan wali kota secara bergiliran juga menyampaikan permasalahan di daerahnya, dan memberi saran dan masukan untuk perbaikan di masa datang. Secara bergiliran bupati dan wali kota se-Sumbar diberi kesempatan menyampaikan perkembangan pembangunan di daerah masing-masing, serta permasalahan yang dihadapi. Sejumlah permasalahan yang dikemukakan dalam rapat koordinasi pertama antara gubernur baru dengan kepala daerah kabupaten/kota itu, di antaranya soal pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Berkaitan dengan pengembangan peternakan, kata Gubernur kepada para bupati, pihaknya akan memanfaatkan potensi perantau Minang di berbagai daerah untuk berinvestasi, minimalnya masing-masing satu ekor sapi. Jadi, kalau pengembangan sektor peternakan bisa sistem "badoncek", artinya mengumpulkan uang setidaknya untuk satu ekor sapi. "Dana untuk seekor sapi itu, nantinya pemeliharan diserahkan ke petani di Sumbar dengan pola bagi hasil antara pemodal dan petani," kata gubernur. Persoalan lain yang terungkap dalam pertemuan gubernur bersama bupati/wali kota, berkaitan dengan penyelenggaraan pekan olahraga Provinsi Sumbar. Selanjutnya, soal bantuan gempa bumi 30 September 2009 yang sampai sekarang, masih belum seluruh korban mendapatkan batuan rehabilitasi dan rekosntruksi. Kemudian, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di Sumbar banyak yang rusak, soal Petunjuk Teknis (Juknis) Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan yang tak kunjung turun hingga sekarang. Di Sumbar, hingga kini tercatat sembilan daerah tertinggal di antaranya Solok, Solok Selatan, Sijunjung dan Pasaman. Gubernur yang berlatar belakang politisi diharapkan bisa membebaskan Sumbar dari daerah tertinggal pada 2015. Gubernur Irwan Prayitno di depan kepala daerah se-Sumbar, juga berjanji akan membuat Peraturan Daerah (Perda) yang melarang situs porno di warung internet. (ant)
BERITA TERKAIT:
|