- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Menanti Peran Jaringan Alumni
Ilustrasi
Kenyataan adanya fenomena pengangguran terdidik di negeri ini tak dapat dielakkan. Data Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, PT di Indonesia tahun ini menciptakan 900.000 sarjana menganggur (Suara Merdeka, 09/01).
Lemahnya mutu pendidikan, sempitnya lapangan kerja, dan kapabilitas lulusan perguruan tinggi (PT), diduga menjadi faktor utama pengangguran terdidik. Win-win solutions harus diupayakan untuk menekan pengangguran. Salah satunya adalah melirik jaringan alumni PT. Dalam menunjang kehidupan di era globalisasi yang salah satunya adalah kebutuhan interkoneksitas, jaringan alumni di setiap perguruan tinggi sudah semestinya dioptimalkan. Namun, nyatanya jejaring alumni seolah hanya sebuah ruang bagi kegiatan-kegiatan seremonial yang justru terlihat sebagai ajang nostalgia, temu kangen, dan unjuk kesuksesan. Bila kita tengok, salah satu tujuan normatif dibentuknya jaringan alumni di PT adalah agar hubungan antara alumni dengan perguruan tinggi dapat terjalin dengan baik. Mestinya tujuan jaringan alumni tidak sebatas itu, namun harus mampu merespons persoalan yang lebih riil. Jejaring alumni tidak seharusnya dibentuk dalam rangka prasyarat normatif, namun harus mampu melakukan fungsi praksis, yaitu fungsi akomodasi terhadap sesama alumni PT. Orientasi jaringan alumni hendaknya bergeser ke arah yang lebih produktif, orientasi yang lebih tanggap pada persoalan sesama alumni, terutama alumni baru, misalnya seperti pengangguran terdidik. Secara umum bila kita meninjau keadaan alumni di masyarakat, sebuah PT tentu telah melahirkan alumni. Alumni-alumni tersebut tentu bertebaran di berbagai bidang pekerjaan. Tak sedikit dari mereka memiliki posisi strategis sebagai pengambil kebijakan di berbagai bidang. Alumni tersebut tentu mempunyai potensi dan posisi yang cukup baik di pemerintahan maupun perusahaan, kemiliteran, dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka mengembangkan baktinya untuk Tanah Air Indonesia. Permasalahannya, bagaimana kiranya potensi alumni yang tersebar mampu bersatu secara harmonis dalam mencapai tujuan yang lebih produktif khususnya bagi sesama anggota alumni? Dari Alumni untuk Alumni Semangat yang harus didesakkan segera pada keberadaan jejaring alumni adalah prinsip dari alumni untuk alumni. Jaringan alumni yang telah dimiliki hampir di setiap PT di Indonesia sungguh disayangkan apabila tidak didayagunakan. Untuk menjembatani cita-cita ideal dengan kondisi riil adalah dengan pengembangan infrastruktur jaringan. Pertama, perlunya database. Sangat disayangkan bila potensi besar alumni PT tidak bisa diberdayakan hanya lantaran tidak bisa dikoordinasikan dengan baik. Konsolidasi alumni akan bisa berjalan apabila sudah ada pemetaan alumni. Melalui database, organisasi akan bisa mengetahui di sektor mana saja alumni PT memiliki keunggulan. Kalau misalkan ada lembaga yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kriteria tertentu. Pengurus jaringan alumni dapat info dari alumni, kemudian meneruskan ke pencarian database alumni lain yang berkriteria tertentu itu ada atau tidak. Jika ada, langsung pengurus menyodorkan. Kedua, mengubah cara pikir primordial. Dalam kenyataanya, jaringan alumni di beberapa PT di Indonesia belum terbiasa menjalin komunitas lintas jurusan selepas dari PT. Beberapa agenda dan kegiatan yang dilakukan alumni masih bernuansa primordial jurusan, belum satu atas nama alumni PT yang bersangkutan. Mestinya, komunikasi antaralumni diperlebar dari sekadar alumni jurusan. Komunikasi lintas jurusan tidak akan menghilangkan kedekatan alumni di jurusannya sendiri. Justru dengan memperlebar ruang komunikasi lintas jurusan, akan ada tukar-menukar informasi. Misalnya alumni yang telah bekerja di bidang media mampu bertukar informasi dengan alumni yang bekerja di pemerintahan. Yang bekecimpung di bidang bisnis bisa bertukar informasi dengan alumni di bidang jasa, dan sebagainya. Ketiga, perlunya jaringan komunikasi dan informasi. Melalui forum komunikasi, alumni bisa tahu tentang tebaran posisi alumni sebuah PT. Mereka yang menempati posisi strategis di sebuah instansi tentu tidak akan bisa membantu kalau tidak pernah dilibatkan, diundang, atau diajak berdialog. Bisa juga yang punya posisi jabatan penting bisa mengakses opportunity atau bursa kerja dengan memanfaatkan database tersebut. Optimalisasi jaringan mutlak diperlukan agar jaringan ini menjadi ruang produktif dan bermanfaat, khususnya bagi lulusan PT. Dengan jaringan alumni yang solid, manfaat paralel akan dipetik, seperti terjalinnya komunikasi antaralumni, mengubah stagnasi orientasi jaringan alumni menjadi ruang yang lebih produktif, dan terakhir sebagai harapan bagi lulusan baru PT agar segera mengaktualisasikan ilmunya di dunia kerja. (Gery Sulaksono-sm)
BERITA TERKAIT:
|