Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
Pariwisata DKI Tertinggal
JAKARTA (EKSPOSnews): Industri pariwisata DKI Jakarta masih harus banyak belajar lagi untuk meningkatkan kualitasnya. Sebab jika dibandingkan dengan industri pariwisata di luar negeri jelas jauh tertinggal, seperti Kuala Lumpur, Sidney, atau Bangkok.

Umumnya, industri wisata di DKI Jakarta relatif masih kurang berorientasi pada pasar sehingga kurang memiliki daya saing. Industri pariwisata yang perlu ditingkatkan daya saingnya adalah sektor Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Dari 1.800 BPW yang terdapat di DKI, baru sekitar separuhnya yang memiliki posisi tawar bagus dengan mitranya di dalam dan luar negeri. Pemprov DKI sangat berkepentingan untuk mendorong kemajuan BPW. Salah satunya dengan mengundang para pengusaha BPW dalam kegiatan Investor Gathering.

Hal itu diungkapkan oleh Agus Samiadji, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Agus menyebutkan dalam upaya membantu meningkatkan daya saing para pengusaha industri BPW, Pemprov DKI melakukan berbagai pembinaan. Di antaranya dalam bidang teknis, pemberian Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP), Izin Sementara Usaha Pariwisata (ISUP) dan daftar ulang, pengendalian dan pengawasan, pemberian penghargaan sekaligus memberikan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran. Selain itu, memfasilitasi para pengusaha biro untuk melakukan promosi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Asisten Perekonomian DKI Jakarta Mara Oloan Siregar menjelaskan pembinaan kepada industri yang ada di Jakarta memang menjadi salah satu tugas Pemprov DKI, tidak terkecuali industri pariwisata.

Sejauh ini Pemprov berusaha untuk menjadi mitra bagi kalangan industri, dengan memberikan berbagai kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi kalangan industri dalam melakukan kegiatannya.

Indikasi Pemprov DKI sebagai mitra bagi dunia industri adalah berbagai kemudahan dalam mengurus perizinan usaha bagi para pengusaha atau investor, saat ini hanya melewati satu pintu saja, yakni melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP).(vn)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb