Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Industrialisasi Wisata Kesampingkan Makna Wisata
NET
Danau Toba
YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah hanya menjadikan pariwisata sebagai objek dari proses industrialisasi untuk menggalakkan pembangunan ekonomi, kata peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rezki Satria.

"Ketertinggalan Indonesia di bidang perekonomian mendorong pemerintah menggalakkan industri pariwisata untuk mempercepat proses akselerasi pembangunan di Indonesia," katanya di Yogyakarta, Senin 6 September 2010.

Menurut dia, industrialisasi wisata memang berperan besar dalam membantu pemerintah mendapatkan devisa. Namun, paradigma industrialisasi wisata justru mengesampingkan makna wisata itu sendiri.

"Penekanan yang berlebihan pada industrialisasi pariwisata dalam kebijakan pemerintah juga ikut berperan besar atas kurang maksimalnya eksplorasi potensi budaya tersebut," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat Indonesia dalam desain pembangunan pariwisata hanya diajari untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para wisatawan.

"Hal itu membuat budaya wisata yang sudah ada dalam masyarakat menghilang karena pemerintah hanya mengajak mereka untuk diam di rumah dan menunggu tamu datang," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia sebenarnya mempunyai potensi budaya untuk bisa menjadi pelaku wisata yang baik. Artinya, pelaku wisata yang mampu menjadikan kegiatan wisata yang dilakukannya menjadi kegiatan yang produktif.

"Namun, potensi itu tidak dapat bertransformasi menjadi aktualitas keunggulan bangsa, karena pemerintah tidak pernah berusaha mengembangkannya secara serius," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 4,04 juta orang wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia selama Januari-Juli 2010 atau naik 13,49 persen dibanding periode yang sama pada 2009 yang sebanyak 3,56 juta orang.

"Jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Juli 2010 mencapai 658.500 orang atau naik 10,96 persen dibanding Juli 2009 yang sebanyak 593.400 orang. Jika dibandingkan dengan Juni 2010, jumlah wisman Juli 2010 naik 7,34 persen," kata Deputi Kepala BPS Bidang Statistik, Subagio Dwijosumono, pada awal bulan ini.

Jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama pada Juli 2010 mengalami kenaikan 11,4 persen dibanding Juli 2009 yaitu dari 562.438 orang menjadi 626.581 orang. Begitu pula, jika dibanding Juni 2010 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 7,15 persen.

Sementara itu, jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Ngurah Rai pada Juli 2010 juga mengalami kenaikan 7,26 persen dibanding bulan yang sama tahun 2009, yaitu dari 235.042 orang menjadi 252.110 orang.

Demikian pula jika dibanding Juni 2010, jumlah wisman yang datang melalui Ngurah Rai naik 12,20 persen. (ant)


Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb