Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Home  / Ragam
Pembangunan STAKPN di Tarutung Tidak Transparan
TARUTUNG (EKSPOSnews): Pemerhati pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengatakan proyek pembangunan gedung Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Silangkitang, Sipoholon, Taput tidak transparan serta diduga fiktif.

Pasalnya sejak mulai dibangun September 2009 lalu, papan proyek tidak pernah terlihat di lokasi tersebut, sehingga tidak diketahui berapa pagu dan kapan proyek tersebut seharusnya selesai.

Marjo Situmorang, pemerhati dan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Taput, menegaskan pembangunan gedung STAKPN kurang transparan dan diduga banyak permainan dalam pelaksanaan di lapangan.

"Pembangunan gedung STAKPN tidak transparan, dari awal pembangunan tidak ada papan proyeknya. Masyarakat tidak tahu berapa biayanya dan kapan slesainya," ujarnya di Tarutung. Marjo menuding bahwa proyek tersebut telah melanggar Keppres 80 Tahun 2003.

"Saya sebagai alumni STAKPN Tarutung merasa kecewa terhadap pelaksana proyek tersebut. Sebab, proses pelaksanaannya lamban dan tidak transparan. Hingga kini masyarakat tidak tahu berapa dana bangunan tersebut, namun informasi yang didapatkan dari beberapa pekerja menyebutkan dana proyek tersebut berkisar Rp40 miliar," katanya.

 Untuk itu Marjo mengharapkan penegak hukum agar tidak tinggal diam saja.

Pengamatan di lapangan para pekerja proyek tampak masih sibuk menyelesaikan bangunan. Ketika hendak di konfirmasi, para pekerja tersebut enggan memberikan komentar. "Kami hanya pekerja disini, silahkan tanya pihak kampus atau pemborongnya saja," kata salah seorang pekerja di lokasi. Sementara rekanan ataupun pelaksana proyek tidak dikeahui jelas karena tidak ada plang proyek di lokasi.(tg)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb