- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Dua Pejabat Pirngadi Medan Dicopot
MEDAN (EKSPOSnews): Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan mencopot dua kepala bagian dan mengangkat satu Kepala Staf Medis Fungsional (SMF).
R. Simamora, Kepala Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) menjadi staf biasa yang dinilai kurang berhasil mengelola limbah RS Pemko Medan ini dicopot dan digantikan oleh Ali Hormat Lubis sebelumnya menjabat staf di Intalasi Pemeliharaan. Kepala Bank Darah SF Ginting yang sebelumnya terkait kasus pungutan liar terhadap pasien miskin, kini harus berada di bawah Kepala Instalasi Patologi Klinik, yakni Tapisari Tambunan. “Jadi, Bank Darah Pirngadi kini tidak lagi di bawah beliau (SF Ginting) dan sudah diserahkan di bawah Patologi Klinik. Kini SF Ginting menjadi staf di Patologi Klinik,” ujar Kabag Hukum dan Humas RS Pirngadi Edison Perangin-angin. Satu pejabat lainnya yang diangkat untuk menempati posisi baru adalah Suhartono. Jabatan baru tersebut adalah Kepala Instalasi Rawat Inap. Suhartono sebelumnya menjabat sebagai SMF penyakit dalam. “Beliau naik jabatan menggantikan kepala instalasi rawat inap yang telah meninggal dunia. Sudah setahun jabatan ini kosong,”jelas Edison. Sebelumnya, pencopotan R Simamora dan SF Ginting telah direncanakan jauh hari.Terlebih sepekan sepekan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan M Fitrius menegur manajemen RSU Pirngadi soal pengolahan limbah. “Kami sudah sering peringatkan kepala IPAL dan ternyata terulang kembali. Kami sudah mencari orang yang tepat dan dalam waktu dekat ini akan melakukan pergantian,” ujar Direktur Pirngadi Dewi Fauziah Syahnan belum lama ini. Anggota DPRD Medan juga sempat mengkritik buruknya pengelolaan limbah di RSU Pirngadi Medan.Ini tidak terlepas lemahnya pengawasan yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan. “Kami melihat Badan Lingkungan Hidup yang diberikan tugas pokok untuk mengawasi hal semacam ini, tidak menjalankan fungsinya dengan benar. Bahkan mereka terkesan tidak ambil pusing. Akibatnya, IPAL pun tidak terkontrol,” ujar Ketua Komisi B DPRD Medan Irwanto Tampubolon. Sebagai langkah selanjutnya, kata dia, pihaknya akan meninjau ke seluruh rumah sakit maupun pabrik-pabrik yang ada di Kota Medan untuk melihat langsung kondisi pengelolaan limbah.Bukan tidak mungkin di tempat lain bahkan lebih parah.“RSUPM saja yang punya pemerintah, IPAL- nya buruk. Bagaimana yang lain tidak mencontoh,” ujarnya. Dia meminta persoalan ini disikapi dengan serius oleh Pemerintah Kota Medan.Pencopotan pejabat yang menangani soal IPAL di RSUPM cukup diapresiasi.Namun pencopotan itu bukanlah solusi yang harus dilakukan.“Makanya, kami minta orang yang diangkat itu benar-benar paham kondisi pekerjaan dan tugasnya,” kata politikus asal PPRN ini. (osm)
BERITA TERKAIT:
|