- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Jelang Lebaran, Minah Kembali Langka di Siantar
Jansen
Warga Siantar antre minyak tanahPEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Sepertinya kelangkaan minyak tanah (minah) di Kota Pematangsiantar menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya, khususnya menjelang bulan Lebaran.
Ironisnya, permasalahan ‘kelangkaan’ minah ini sudah berulang-ulang kali terjadi, namun belum ada respon maupun tindakan dari pemerintahan setempat untuk mengantisipasinya. Bahkan untuk mendapatkan minah sebanyak 5 liter, masyarakat harus rela antre berjam-jam. Seperti yang terjadi di salah satu pangkalan minah di Jalan Mujahir Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis 2 September 2010 ratusan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga harus rela mengantri untuk mendapatkan minah. Rina, salah seorang ibu rumah tangga mengaku, langkanya minah ini dibarengi dengan harganya yang melambung tinggi. Menurutnya, jika membeli di warung-warung, per liternya dijual seharga Rp 8.000. “Selain harganya mahal, sering kali tidak ada minah apabila kita membelinya di warung,” sebut ibu dua orang anak ini. Dikatakannya, jika membeli dari pangkalannya harganya Rp4.000 per liter dan hanya dijatah sebanyak lima liter setiap bulannya. Sementara itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipasang pemilik pangkalan Rp2.925 per liternya. Sementara itu, warga lainnya, E br Hutabarat mengaku rela antri karena minah jarang ditemukan. Diakuinya, terpaksa memakai minah karena ada ketakutan menggunakan kompor gas bantuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, ini menyebabkan banyak masyarakat beralih menggunakan minah, karena trauma dengan adanya kejadian ledakan tabung gas 3 kg yang akhir-akhir ini marak. Tampak pantauan di lokasi, para ibu rumah tangga ini harus berdesak-desakan untuk mendapatkan minah tersebut. Bahkan tidak jarang terdengar jerit tangis dari anak-anak yang dibawa ibunya karena harus rela antri berjam-jam lamanya. Ironisnya, meskipun sudah menunggu lama, tidak semua mendapatkan minah tersebut, karena pemilik pangkalan beralasan stok yang ada telah habis. (jansen)
BERITA TERKAIT:
|