- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Gubernur Sumut Berbagi Kasih dengan Kaum Duafa
MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin memberikan santunan dan tali asih kepada sekitar 10 ribu kaum fakir miskin guna merayakan Lebaran atau Idul Fitri 1431 Hijriyah.
Pemberian santunan dan tali asih itu dimulai sejak pukul 06.00 WIB yang dilaksanakan di rumah pribadi Syamsul Arifin di Jalan STM Medan, Rabu 8 September 2010. Sejak pagi hari, terlihat ribuan masyarakat mengantre di pintu sebelah kiri halaman rumah pribadi Gubernur Syamsul Arifin. Setelah menerima santunan dan tali asih yang diberikan langsung oleh Syamsul Arifin yang dibantu stafnya itu, ribuan masyarakat tersebut pulang dari pintu depan. Salah seorang penerima santuan, Syahrial,56, penduduk Jalan Bajak Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. "Sebagai warga Sumut, kami bangga mempunyai pemimpin seperti ini," katanya. Syahrial mengaku sangat terbantu untuk merayakan Idul Fitri dengan santunan yang diberikan Gubernur Sumut Syamsul Arifin tersebut. Ia mengaku telah menerima santunan dan tali asih itu dalam dua tahun terakhir yang dimanfaatkannya untuk merayakan Idul Fitri. Bangganya lagi, kata Syahrial, masyarakat dapat mengantre dengan tertib sehingga pemberian santunan itu berjalan dengan lancar. "Semuanya lancar. Kalau ramai sudah biasa, karena jumlahnya ribuan," kata Syahrial. Warga lainnya, Sabariah,49, penduduk Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal mengaku baru pertama kali mengikuti pemberian santuan tersebut. Ia mengaku pernah mendengar informasi jika Gubernur Sumut Syamsul Arifin sering memberikan santunan kepada fakir miskin, khususnya menjelang Idul Fitri. Karena itu, ia dan beberapa warga Kelurahan Tanjung Selamat mencoba mendatangi rumah pribadi Gubernur Sumut Syamsul Arifin dengan harapan mendapatkan santunan tersebut. "Alhamdulillah, ternyata benar. Kami doakan semoga gubernur kita ini panjang umur dan banyak rezeki," katanya. Sementara itu, warga Kelurahan Tanjung Selamat yang lain, Siti Khadijah,48, justru menangis usai menerima santunan tersebut. "Kami tidak menyangka bisa mendapatkan santunan. Ini sangat membantu kami," kata Siti Khadijah. Usai pemberian santunan itu, Gubernur Sumut Syamsul Arifin mengatakan, pemberian itu tradisi keluarga yang turun menurun dilaksanakan di keluarga besarnya. Ketika masih menjabat Bupati Langkat, ia juga sering memberikan santuan dan tali asih tersebut, bahkan pada hari-hari biasa. "Semua orang Langkat tahu itu," katanya. Syamsul Arifin mengatakan, kebiasaannya memberikan santunan itu disebabkan sejak kecil selalu diajarkan bahwa ada hak orang lain dalam setiap rezeki yang dimiliki. "Ada hak orang lain yang dititipkan melalui kita," kata Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) bergelar Datuk Sri Lilawangsa Hidayatullah tersebut. Gubernur Sumut itu mengaku akan terus memberikan santunan kepada fakir miskin meski sering menerima tudingan dan isu yang tidak mengenakkan. Hal itu disebutkannya sebagai pertanda kepedulian terhadap sesama. "Peduli itu gampang disebut tetapi sulit merealisasikannya," kata Syamsul Arifin. Pemberian santunan itu, kata Syamsul Arifin, akan terus ditradisikan meski tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Sumut. "Itu kebiasaan dari kecil, akan terus saya lakukan hingga nyawa berpisah dari jasad," katanya. (an)
BERITA TERKAIT:
|