Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Kamis, 23 Februari 2012
Follow: 
Telkomsel Dukung Liga Basket Siswa Indonesia
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
MTSI PTPN IV Luncurkan DVD Al Qur’an  pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Home  / Ragam
Keluarga Pasien Nilai RS Tiara Siantar Tak Profesional
Evendi
Alvionita yang mengalami pembengkakan di kepala
PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Rumah Sakit Tiara di Jalan Menambin Siregar, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, dinilai tak profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasiennya. Pasalnya, sehari setelah dinyatakan sembuh, bagian kepala pasien justru membusuk.

Kekecewaan ini diungkapkan Herlin boru Garingging, ibu dari Alvionita Purba (15) korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas), yang mendapat perawatan di rumah sakit tersebut, saat ditemui Selasa 24 Januari 2012. Dia menceritakan, karena mengalami laka lantas, Minggu 15 Januari 2012 lalu, putrinya dibawa ke RS Tiara.

Sejak awal masuk rumah sakit, pihak keluarganya sudah meminta agar dilakukan scanning pada bagian kepala yang luka. Namun, menurut Herlin, dr Farida yang merawat putrinya beralasan tidak perlu di scanning, karena saat itu tidak muntah.

"Pihak rumah sakit menyatakan, kalau tidak muntah tidak berbahaya, sehingga tak perlu di scanning," ujarnya.

Namun satu hari menjelang pulang, pihak rumah sakit menawarkan agar kepala putri pertamanya itu discanning di rumah sakit lain. Permintaan itu kata Herlin ditolak karena saat itu rumah sakit juga sudah menyatakan luka dibagian kepala sembuh dan sudah bisa dibawa pulang.

Herlin menambahkan, setelah membayar biaya perawatan sebesar Rp 3,3 juta lebih, Kamis 19 Januari 2012, Herlin membawa putrinya pulang ke rumahnya di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bane. Kecamatan Siantar Utara. Namun, kepala putrinya kembali mengeluarkan darah bercampur nanah.

Bersama suaminya, Alfredo Purba, lalu membawa putrinya ke bidan dekat. Setelah dibersihkan, bidan tersebut menyatakan luka di kepala sudah membusuk dan jahitannya lepas. Bidan juga meminta mereka agar segera membawanya ke rumah sakit.

Karena sudah tidak percaya dengan RS Tiara, keluarga memutuskan membawa Alvionita ke Rumah Sakit Vita Insani di Jalan Merdeka.Penjelasan dari dokter yang melakukan pemeriksaan, ternyata luka di kepala anaknya membusuk, bahkan masih ada tertinggal pasir. 

“Hasil pemeriksaan RS Vita Insani, tengkorak kepala anak saya juga retak sehingga harus dioperasi,” paparnya.

Dia juga menyayangkan tindakan RSTiara yang tidak profesional, dinilai membahayakan keselamatan putrinya. Herlin mengaku sudah mendatangi RS Tiara untuk mempertanyakan masalah itu.

Namun, pihak rumah sakit justru menyalahkan mereka, karena tidak membawa anaknya ke RS Tiara ketika mengalami pendarahan. Pihak rumah sakit menurutnya hanya menyampaikan permintaan maaf atas keteledoran mereka.

Keterangan dari RS Tiara melalui Dewi, salah satu perawat yang ditemui, mengatakan, pihaknya sudah membersihkan luka di kepala Alvionita dengan cara menyemprotnya. Dia berdalih, pihaknya sudah menganjurkan agar dilakukan scanning, tapi tidak disetujui pihak keluarga pasien.

"Kalau tidak discanning, kami tidak bisa melihat apakah masih ada pasir dikepala anak itu," ujarnya, saat didampingi pemilik RS Tiara, yang hanya terdiam.

Dewi juga mempersalahkan keluarga pasien yang tidak membawa kembali ke RS Tiara setelah mengalami pendarahan. Dikatakan, rumah sakit memperbolehkan pasiennya pulang karena hasil diagnosa, Alvionita sudah sehat. Anehnya, Dewi menyebut meski sudah dinyakatakan sehat, secara medis masih ada kemungkinan kepala anak itu membusuk.

Meski sudah meminta maaf, namun RS Tiara menurut Dewi enggan memberikan ganti rugi pada keluarga pasien. Dia berdalih, pihaknya akan membantu pihak keluarga dalam pengurusan asuransi dari Jasa Raharja. (en)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb