Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
Home  / Ragam
Pengadaan Alkes di Labusel Dipertanyakan
RANTAUPRAPAT(EKSPOSnews): Proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Labuhanbatu Selatan (Labusel) senilai Rp7,3 miliar dari APBD Tahun 2009 di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat diduga  tidak sesuai aturan karena hingga kini belum memiliki Kepala Dinas (Kadis).

Sorotan dan kritikan, datang dari anggota DPRD Labuhanbatu,  Budiansyah.  Dia mengatakan pengadaan alkes di Labusel belum bisa dilaksanakan karena penetapan dan pengangkatan Kadis Kesehatan sebagai pengguna anggaran proyek Rp7,3 miliar tersebut belum dilaksanakan.

“Kadisnya belum ada. Akan tetapi, proyek sudah ditenderkan Dinas Kimprasda Labusel. Siapa pengguna anggaran dalam proyek ini,” tanya anggota dewan itu.

Menurut dia, sebelum dilakukan lelang proyek, pemkab seharusnya terlebih dahulu menetapkan kepala dinas kesehatan sebagai pengguna anggaran.

Bahkan, sesuai informasi yang diterimanya, kata Budiansyah, di Labusel belum ada Dinas Kesehatan. “Mengapa Kadis Kimprasdanya sudah melakukan tender proyek.”

Sementara, anggota DPRD Labuhan Batu Zainal Harahap mengatakan akan mempertanyakan hal itu kepada pejabat setempat.
Rencananya, kata Zainal, dia bersama 6 anggota DPRD yang berasal dari Labusel akan langsung mempertanyakan tender proyek yang dilakukan Dinas Kimprasda di Dinas Kesehatan.

“Kami akan mempertanyakan langsung kepada dinas terkait soal proyek itui. Apa ada payung hukumnya. Tanpa ada kadis sebagai pengguna anggaran dilakukan tender,” katanya.

Zainal mengatakan, selain mempertanyakan proyek pengadaan alkes tersebut, rencananya juga mempertanyakan uang lauk paung para PNS yang belum dibayarkan.

“Kami akan mempertanyakan uang lauk pauk PNS yang belum dibayarkan,” tegasnya.

Soalnya, tambah dia, seharusnya dana tersebut telah dibayarkan oleh Pemkab Labuhanbatu. “Apakah sudah dibayarkan atau tidak,” papar Zainal.
Sementara itu Kadis Kimprasda Labusel ketika dikonfirmasi soal tender alkes tersebut tidak berhasil. (fajar)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb