Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Menpera: Harga Rusunami Tidak Akan Dipatok
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa berniat menghapus patokan harga rumah susun sederhana milik (rusunami).

"Ke depan, harga rusunami tidak akan dipatok. Yang dipatok adalah seberapa mampu penghasilan masyarakat menengah ke bawah membeli rumah," ujar Suharso di Jakarta.

Dia menambahkan, dengan menggunakan fasilitas likuiditas yang tengah dikembangkan, masyarakat dilihat seberapa mampu membeli rusun murah tersebut. Misal, masyarakat berpenghasilan Rp1,5 juta per bulan hanya mampu alokasikan Rp500 ribu per bulan, sehingga dalam waktu 10 tahun bisa membeli rusunami yang seharga Rp60 juta.

"Makanya, mereka harus beli sesuai yang dimampunya, bukan harga rumahnya yang dipatok, ujar Suharso.

Lebih lanjut, Suharso mengatakan besaran subsidi untuk fasilitas likuiditas telah dialokasikan dalam APBN-P 2010, sebesar Rp2,6 triliun. Fasilitas ini tidak lagi masuk dalam struktur belanja tapi pembiayaan. "Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan fiskal APBN untuk membeli rumah," kata dia.

Dengan subsidi senilai Rp2,6 triliun, dia memperkirakan, bisa membiayai sebanyak 60 ribu rumah sederhana sehat (RSh) dan 10 ribu rusunami. Padahal targetnya, sebanyak 150 ribu RSh akan terbangun tahun ini.

Untuk menambal kekurangan dana, Suharso mengakui, Kemenpera akan bekerja sama dengan PT Jamsostek dan PT Taspen. (vn)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb