- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Menpera: Hindari Perumahan Hijau Bodong
SURABAYA (EKSPOSnews): Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa meminta sejumlah pengembang secara nasional menghindari merealisasikan konsep perumahan hijau "bodong", seiring upayanya mengembangkan produk properti ramah lingkungan.
"Konsep hijau di sejumlah perumahan, baik rumah sederhana sehat (RSh) maupun bukan RSh harus terwujudkan tanpa menjadi trik pemasaran semata oleh beberapa pengembang," katanya saat peresmian pameran "Property Hijau" di Surabaya, Jumat. Ia menjelaskan, jika pengembang lebih mementingkan konsep hijau sebagai trik menarik banyak konsumen, justru pasar perumahan yang akan dirugikan. "Kalau calon konsumen sudah tertarik dengan produk perumahan yang menerapkan konsep hijau dan ternyata palsu, mereka tidak akan berminat lagi membeli rumah di perumahan manapun," ujarnya. Padahal, ungkap dia, kebutuhan masyarakat terhadap produk perumahan secara nasional semakin tinggi tiap tahunnya. "Untuk itu, kami minta pemerintah daerah baik kota/kabupaten dapat menyediakan ruang hijau sangat luas bagi pengembang yang ingin menerapkan konsep `greenery`. Namun, dengan syarat mereka benar-benar mewujudkan konsep tersebut," katanya menegaskan. Dengan konsep properti hijau, tambah dia, dapat mendukung upaya pemerintah mengurangi dampak pemanasan global. "Konsep ini bisa direalisasikan di rumah yang dibangun secara mendatar `landed house` dan vertikal semacam rumah susun hak milik (rusunami)," paparnya. Ia mencontohkan, jika diterapkan di rumah mendatar pengembang bisa membagikan satu benih pohon yang tidak merusak kontruksi bangunan. Bahkan, diusahakan benih pohon yang diberikan kepada setiap calon pembeli rumah itu mampu menyerap karbondioksida. "Semisal, jika `backlog` rumah saat ini di Jatim mencapai 1,8 juta unit, sekitar 100 unit di antaranya dapat menanam pohon perdu yang ramah lingkungan," tuturnya. Sementara di rusunami, lanjut dia, dapat dilakukan dengan menyediakan ruang hijau terbuka di beberapa lantai, misalnya, saat membangun rusunami berlantai 16. Lalu, di lantai empat, delapan, dan lantai 12 rusunami itu dapat dibangun taman dimana memberikan ruang terbuka yang hijau, asri, dan kaya oksigen bagi penghuninya, katanya.(ant)
BERITA TERKAIT:
|