- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Xoma Bangun Pembangkit Listrik Menggunakan Sekam dan Jerami di Sergai
MEDAN (EKSPOSnews): PT Xoma Power Nusantara dipastikan akan membangun pembangkit listrik menggunakan sekam sebagai bahan bakar di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut sebesar 22 megawtt (MW) dengan investasi antara Rp380 miliar-Rp400 miliar.
Komisaris PT Xoma Power Nusantara Sahat M. Sinaga membenarkan perusahaan patungan asing dan lokal itu sedang mengerjakan detail studi kelayakan, sedangkan pra studi kelayakan sudah rampung. “Pembangunan fisik pembangkit listrik menggunakan bahan bakar sekam dan jerami itu diperkirakan sudah beroperasi sekitar 2014 di Serdang Bedagai dengan kapasitas terpasang 22 MW,” ujarnya di Medan, Selasa (26/5). Menurut dia, Juli nanti Xoma sudah mengajukan proposal permintaan jual beli harga energi listrik yang dihasilkan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Disingung mengenai izin dari BKPM, Sahat mengakui, sudah keluar dan sudah dikantongi, tinggal pengesahan badan hukum perusahaan dari Kementerian Hukum dan HAM yang sampai saat ini belum turun. Sesungguhnya, kata Sahat, pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar sekam, jerami ditambah rumput-rumput kering akan mampu mengangkat derajat petani dan mengembalikan keemasan padi sebagai sumber hidup. “Kami akan membeli sekam dan jerami basah dari para petani antara Rp120-Rp150 per kilogram. Dengan demikian sekam dan jerami yang selama ini dibuang atau dijadikan pupuk bisa lebih bernilai ekonomis,” tuturnya. Dia optimis langkah Xoma membangun pembangkit listrik dengan menggunakan sekam sebagai bahan bakar mendapatkan nilai tambah dan memunculkan efek ganda bagi petani. “ Kami mengharapkan nilai tambah padi petani semakin besar, karena selain mendapatkan penghasilan dari jerami dan sekam, para petani akan dibina untuk menanam padi dengan varietas yang lebih bagus,” tuturnya. Dia mengatakan ancang-ancang harga jual listrik dengan menggunakan sekam sebagai bahan baku sekitar Rp900 per kilowatt hers (kWh) atau lebih murah dibandingkan dengan harga energy listrik yang dihasilkan panas bumi sebesar Rp95 per kWh. (rel)
BERITA TERKAIT:
|