- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Bisnis Rumah Sewa di Palembang Menggiurkan
PALEMBANG (EKSPOSnews): Bisnis rumah sewa termasuk tempat kos-kosan di Kota Palembang, dalam beberapa tahun terakhir ini semakin menjanjikan, karena peminatnya makin besar dengan harga yang terus meningkat.
Menurut pemilik rumah kontrakan di kawasan Kelurahan 7 Ulu, Komba di Palembang, Kamis, menyediakan rumah kontrakan dalam bentuk bedeng sejak dua tahun terakhir ini semakin menguntungkan, karena harga yang ditetapkan kepada calon penyewa semakin tinggi. Menurut dia, rumah bedeng dua tingkat yang terdiri atas delapan pintu rata-rata disewakan kisaran Rp2,5 juta per pintu atau bisa mendapat penghasilan Rp20 juta per tahun. Harga tersebut sudah tergolong tinggi, karena tahun 2007 lalu masih kisaran Rp2,1 juta per tahun. Tetapi peminatnya cukup banyak, terbukti beberapa bulan sebelum habis kontrak, biasanya sudah ada yang memesan bahkan berani memberi uang muka, katanya. Menurut ayah empat anak ini, tingginya harga yang ditetapkan pemilik rumah sewa tersebut, karena di sekitar tempat kontrakan itu ada sekolah atau perguruan tinggi. Sebagian besar penyewa adalah mahasiswa, sehingga mereka biasanya mengontrak dalam satu pintu/kamar digunakan untuk dua orang, jadi membayarnya bergotong-royong dan tidak terlalu berat, kata Fiyan, salah satu penyewa. Semakin tingginya nilai rumah sewa tersebut, ternyata mempengaruhi terhadap nilai inflasi Kota Palembang yang priode Mei 2010 ini tercatat 0,22 persen. Kabid Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Nazarudin Latif, sebelumnya mengatakan inflasi Kota Palembang bulan Mei 2010 sebesar 0,22 persen ternyata dipengaruhi oleh perubahan harga beberapa komoditas seperti cabai merah, emas perhiasan, dagaing ayam ras termasuk rumah sewa. Dikemukakannya, khusus rumah sewa pada priode bulan tersebut memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,044 persen, daging ayam ras 0,051, emas perhiasan 0,092 persen dan paling tinggi cabai merah 0,113 persen. (ant)
BERITA TERKAIT:
|