- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Wilmar Bangun Pabrik Gula di Papua
net/logo
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Wilmar International Ltd siap membangun pabrik gula di Merauke walaupun harus lebih dahulu membangun infrastruktur.
Direktur Operasional untuk Wilayah Indonesia Wilmar International Hendri Saksti memastikan, Wilmar akan tetap melakukan pembangunan pabrik gula di Merauke walaupun pemerintah mengisyaratkan bagi perusahaan yang akan melakukan investasi di daerah tersebut harus membangun infrastruktur sebagai sarana penunjang. “Kita tidak ada masalah, asal ada timbal baliknya, misalnya insentif pajak dan lain lain,” kata Hendri di Jakarta, Kamis 2 September 2010. Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang melakukan studi kelayakan lahan untuk membangun pabrik dan perkebunan tebu. Studi kelayakan lahan ini dilakukan untuk mengetahui jenis tebu yang cocok didaerah tersebut. Menurutnya, studi kelayakan dilakukan oleh tenaga ahli dari Australia. Studi kelayakan tersebut, lanjutnya, akan membutuhkan waktu kurang lebih selama dua tahun. Menurut Hendri, pemerintah memberikan lahan di Merauke sebesar 200 ribu hektar (ha) kepada Wilmar. “Kalau kurang dari 100 ribu ha kurang efisien karena ini akan membangun pabrik gula dan penunjangnya. Kapasitas kita sesuaikan dengan luas kebun,” terangnya. Seperti diketahui, Wilmar adalah salah satu calon investor yang berencana mengelola perkebunan tebu dan pembangunan pabrik gula di wilayah Papua. Nilai investasi yang akan ditanamkan Wilmar sekira US$2 miliar. Selain Wilmar, masih ada sejumlah investor yang mau membangun pabrik di Merauke. Di antaranya adalah Medco, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Sinarmas. Sementara itu, Hendri menegaskan, Wilmar tidak akan hengkang dari Indonesia. "Kami tidak akan hengkang walaupun infrastruktur tidak memadai. Kapasitas kilang kami sudah menjadi yang terbesar di Indonesia," tegasnya. Hendri menjelaskan, kapasitas kilang yang dimiliki Wilmar adalah sebesar 240 ribu ton per hari. Saat ini, Hendri menuturkan, kelapa sawit yang dihasilkan dari kebun milik Wilmar sendiri belum besar. "Kebun kami baru ditanami sawit seluas 200 ribu ha. Hasilnya belum banyak," ucapnya. (ok)
BERITA TERKAIT:
|