Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
Proyek Kolam Renang Jadi Sarang Biawak
RANTAUPRAPAT(EKSPOSnews): Proyek pembangunan Kolam Renang di Kelurahan Janji, Rantauprapat terkesan ditelantarkan. Pasalnya, pembangunan fondasi kolam renang berbiaya Rp 2 miliar dananya bersumber dari APBD 2006 dan 2007 lama tak terdengar lanjutan pengerjaannya.

Dampaknya, fisik pondasi bangunan berbentuk cor yang sudah ditumbuhi semak belukar. Anggota DPRD Labuhanbatu Jappar Siddik Nasution menjawab wartawan mengatakan, dia berharap supaya pondasi bagunan proyek kolam renang yang terletak di pintu masuk Kota Rantauprapat jangan sampai terlantar. "Jangan jadi tempat sarang biawak," ujarnya.

Dia berjanji katanya dalam waktu dekat, pihaknya akan menelusuri proyek pembangunan tersebut. "Apakah terdapat indikasi kolusi. Bila nanti ditemukan ada indikasi penyalahgunaan wewenang, maka akan dimintakan penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait," tegasnya.

Kecurigaan Jappar cukup beralasan. Soalnya, dana senilai Rp2 millira tersebut, hanya mampu membangun tiang pondasi. Dia menyebutkan selama hampir dua tahun belakangan ini, proyek pembangunan kolam renang itu tidak ada perubahan. Akibatnya, lanjut dia, dapat dipastikan semak belukar semakin tinggi di lokasi pembangunan kolam renang tersebut. Sehingga, fondasi yang berbentuk cor itu nyaris tidak terlihat lagi.

Proyek pembanguan pondasi kolam renang itupun diduga keras terjadi ketidakseimbangan dana yang dialokasikan dengan realisasai fisik. Sebab pembangunan tiang fondasi kolam renang tersebut memakan biaya hingga Rp2 miliar hanya untuk pembangunan puluhan fondasi berbentuk cor.

Humas Pemkab Labuhanbatu Sugeng saat dikomfirmasi wartawan mengatakan dirinya belum bisa memberikan keterangan secara teknis, sehingga memerlukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh keterangan.

"Sebaiknya untuk menjawab itu saya koordinasikan dulu dengan pihak terkait karena yang menangani proyek kolam renang itu Dinas Kimprasda," katanya.

Sebelumnya diawal masa kerja Kapolres Labuhanbatu Toga Habinsaran sudah sempat memerintahkan Kasat rsekrim dimasa AKP Marajungjung Siregar untuk mencari data proyek pembangunan pondasi kolam renang itu. Namun, hingga saat ini belum ada kabar tindaklanjut dari perintah Kapolres. Sebab, tidak lama kemudian Kasat Reskrim dimutasikan ke Poldasu. (fajar)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb