- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Demo Kasus Century dan Kekerasan Polisi di Siantar Rusuh
Jansen
Aksi massa EK LMND yang membakar ban dan menutup jalan lintas negara di Siantar.PEMATANGSIANTAR (EKSPOSnews) : Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan massa dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) di gedung DPRD Kota Pematangsiantar, Kamis (11/3) berakhir ricuh.
Awlanya Demo EK-LMND berlangsung singkat, dan diperkirakan hanya sekitar 10 menit. Sebelum memasuki gedung dewan, massa membakar ban persisi di persimpangan Jalan Sudirman-Jalan Merdeka. Saat berada didepan gedung DPRD, massa yang umumnya dari mahasiswa ini langsung masuk kedalam untuk mencari keberadaan anggota dewan. Aksi ini sempat dihadang sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Pemko Pematangsiantar, Massa langsung merangsek masuk dengan aksi dorong-dorongan, bahkan ada yang memukulkan bambu panjang bendera LMND ke arah anggota Satpol. Akhirnya massa berhasil masuk, dan sempat mencari keberadaan anggota dewan di ruang rapat DPRD. Karena ruangan tersebut dalam keadaan terkunci, massa melakukan sweeping ke beberapa ruangan komisi-komisi. Namun, tidak berhasil menemui satupun anggota dewan. Karena tidak ada yang menampung aspirasinya, massa EK-LMND yang dipimpin Ketua EK-LMND Pematangsiantar Roy Simangunsong, berjalan meninggalkan gedung dewan. Namun, aksi massa ini sempat memancing keramaian, dengan memukulkan tongkat bambu berbendera LMND ke pagar gedung dan pohon yang ada di sekitar gedung DPRD. Aksi ini berlanjut dengan memukul salah satu rambu lalu lintas hingga rusak. Saat melintas menuju Lapangan H Adam Malik, tampak sejumlah massa EK-LMND merusak plank milik Pemko Pematangsiantar. Plank yang semula berdiri tegak, itu sengaja ditumbangkan massa EK-LMND, dan langsung pergi meninggalkan lapangan tersebut. Berselang beberapa jam kemudian, massa EK-LMND kembali membuat aksi lanjutan di jalan lintas negara, yakni, di Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, persisnya di depan Universitas Simalungun (USI). Massa lalu membakar tumpukan ban bekas dan kayu, di tengah badan jalan lintas negara tersebut. Akibatnya, arus lalulintas macat total, sehingga polisi mengalihkan jalur lalulintas, untuk menghindari kemacatan yang lebih parah lagi. Aksi blokade jalan ini sempat menjadi tontonan ratusan warga yang melintas. Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, EK-LMND menyoroti peristiwa kekerasan polisi terhadap mahasiswa di Makasar. EK-LMND juga meminta Wakil Presiden, Boediono dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani di non-aktifkan, terkait kebijakan bailout ke Bank Century. Massa juga mendesak dihentikannya kriminalisasi dan reprensif aparat negera (polisi, tentara, dan Satpol PP) terhadap gerakan mahasiswa dan rakyat.(jansen)
BERITA TERKAIT:
|