- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Gubsu Minta Sekda Terus Evaluasi Kinerja SKPD
MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumatra Utara Syamsul Arifin meminta Sekretaris Daerah (Sekda) mengevaluasi kinerja sebagian pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Menurut Gubsu, meski secara umum kinerja pimpinan SKPD sudah bagus, tetapi masih ada yang belum memuaskan.
”Secara umum kinerja pimpinan SKPD sudah bagus, tetapi sebagian masih ada yang belum bagus. Saya minta Sekda melakukan evaluasi terhadap beberapa SKPD yang kinerjanya belum bagus,” tegas Gubsu usai rapat dengan pimpinan SKPD dalam rangka dua tahun Kepimpinan Gubsu di Ruang Beringin, Kantor Gubsu, Jln Diponegoro, Medan, Senin (15/6). Mantan Bupati Langkat itu juga menekankan kepada pimpinan SKPD punya loyalitas tinggi. Menurutnya, loyalitas itu diperlukan agar terjalin kekompakan dalam menjalankan roda pembangunan di Sumut. ”Jangan ada adu domba, tetapi harus saling bangun komunikasi. Para pimpinan SKPD juga harus sering melakukan komunikasi, konsultasi dengan pimpinan. Sebab, masih ada beberapa pimpinan SKPD jarang melakukan komunikasi dan konsultasi,” sebut Gubsu. Masih kata Gubsu, ke depan, dirinya bersama Wagubsu Gatot Pujonugroho bersama pimpinan SKPD akan memprioritaskan program yang mengarah pada terwujudnya visi dan misinya. Dia bilang, bagaimana para pimpinan SKPD bisa mendorong percepatan pembanguan infrastruktur di Sumatra Utara. Sebab infrastruktur masih menjadi persoalan di Sumut. ”Saya minta, pimpinan SKPD punya kreativitas dan terobosan baru. Ini penting, sebab data terobosan mengalami penurunan tahun kedua ini. Padahal untuk memacu program pembangunan dibutuhkan terobosan dan kreativitas,” papar Gubsu. Ditanya pimpinan SKPD yang belum bagus kinerjanya, Gubsu masih belum menyebutkannya. Menurutnya, nanti baperjakat (Badan Pertimbangan jabatan dan kepangkatan) yang diketuai Sekda yang akan menilainya. ”Nanti Pak Sekda, selaku pimpinan SKPD yang menilainya,” tutur Gubsu. Kadis Komunikasi dan Informatika Provsu Eddy Syofian menambahkan, sebanyak 158 prestasi dan penghargaan diterima Sumut selama dua tahun kepemimpinan Gubsu dan Wagubsu. SKPD paling banyak menerima penghargaan, yakni Dinas Komunikasi dan Informatikan 11 pengharaan, disusul Dinas Pendidikan 7 penghargaan. Dinas Pertanian dan Bina Marga, masing-masing enam pengharaan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, masing-masing lima penghargaan. Dinas Pemuda olahraga, Tarukim, Perikanan dan Kelautan, Kebudayaan dan pariwisata, Ketahanan Pangan, Perkebunan, dan Perhubungan, masing-masing mendapat empat penghargaan. Begitu juga dievaluasi terobosan-terobosan dilakukan SKPD. Katanya, total terobosan selama dua tahun 134. SKPD paling banyak melakukan terobosan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, 14, disusul Biro Perlengkapan dan Aset, Dinas Kominfo dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, masing-masing 10 terobosan. Dinas Perhubungan, Badan Perpustakaan Arsip Daerah, dan Badan Penanaman Modal dan promosi masing-masing 8 terobosan. Selanjutnya, Biro Keungan 7 terobosan. Sedangkan dinas dan biro yang tidak punya terobosan sama sekali, yakni Biro Pemerintahan, Biro Kesejahteraan dan Sosial, Bina Marga, Dinas Pengairan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UkM, Dinas Pemuda dan olahraga, Dinas Tarukim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kesbanlinmas, Lingkungan Hidup, dan lainnya. Masih kata Eddy, penghargaan dan prestasi paling menonjol diperoleh Sumut, yakni prestasi terbaik tingkat nasional bidang pengelolaan keuangan daerah, ekonomi dan kesejahteraan 2009. Berikutnya Sumut terbaik II evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah, menerima sertifikat ISO 9001-2000 dari SAI Global, penghargaan dari presiden SBY untuk peningkatan produksi pertanian, penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Utama. Terobosan paling menonjol, yakni rencana pengambilalihan PT Inalum dan pembangunan PLTA Asahan bekerjasama 10 kabupaten/kota dan pihak swasta. Rekor MURI untuk penampilan 1.380 penari tari serampang 12 melayu dari kesultanan Serdang. Kegiatan dan aktivitas Gubernur Sumut, Syamsul Arifin justru yang paling menonjol. Selama setahun saja, 1.422 aktivitas dilakukan. Rinciannya, 1.388 kali dalam provinsi, 34 luar provinsi, 16 kali kunjungan Duta Besar, 15 kali kunjungan pejabat negara setingkat menteri dalm lainnya. Selama dua tahun menjabat, sebanyak 125 kali unjukrasa. 68 kali tahun pertama dan 57 kali tahun ke dua. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara (USU), Jhon Tafbu Ritonga menilai, ada beberapa indikator dari sudut pandang analisis ekonomi makro membuktikan kepemimpinan Gubsu Syamsul Arifin dan wakilnya Gatot Pujonugroho berhasil. Indikasi pertama, sebut Jhon Tafbu, terjadinya stablitas harga. Garis trend inflasi bulan Juni 2008-April 2010 bergerak menuju garis nol. Hal itu membuktikan pengendalian harga membaik. Tahun 2008, inflasi mencapai 10,72 %, tahun 2009 turun menjadi 2,61 % dan tahun 2010 hanya 1,06 persen. ”Secara rata-rata inflasi Sumut selalu rendah. Trend inflasi menuju garis nol. Pengendalian harga yang makin baik berarti biaya hidup kian stabil,” ujar Jhon Tafbu. Kedua, lanjut Jhon, pertambahan jumlah lapangan kerja 526.000 orang. Hal itu pencapaian menggembirakan, tingkat pengangguran terbuka bergerak menurun dari 10, 63 % tahun 2007 menurun menjadi 8,01 % pada Februari 2010. ”Penamb ahan lapangan kerja yang cukup besar menyebabakan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 9,55 persen menjadi 8,01 persen,” ujar Jhon. Ketiga, sebut Jhon lagi, pertumbuhan ekonomi selama dua tahun terus meningkat, yakni 1,7 % per triwulan. Hal itu sebut Jhon merupakan satu prestasi. Berarti Sumut punya potensi untuk tumbuh ke angka 7 %. Jumlah penduduk miskin bergerak menurun, dari 15% menuju ke angka 11% atau sebanyak 269.000 jiwa dari 1.768.000 jiwa pada 2007 dan menjadi 1.499.000 jiwa pada 2009. ” Ini satu prestasi yang cukup bagus untuk ukuran kemajuan. Ini bisa digunakan untuk modal lebih baik untuk tahun ke tiga. Ini buah dari kepemimpin, bersatu membangun Sumut. Sumut harus menjadi terbaik dari 33 provinsi di Indonesia,” tandas Jhon . (rel)
BERITA TERKAIT:
|