Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Lembaga Internasional Bantu Kegiatan Askobi
net

JAKARTA (EKSPOSnews): Lembaga-lembaga internasional, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Inggris dan Australia membantu menyediakan dana bagi kesehatan korban ledakan teror bom dan kampanye antiteror yang dilakukan Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (Askobi).

"Selama ini pendanaan kegiatan kami (pemberian bantuan kesehatan, kampanye anti teror dan sosialisasi), merupakan donasi dari lembaga-lembaga internasional asing serta dari kedutaan Amerika, Inggris, dan Australia," kata Wakil Ketua Askobi, Mulyono Sutrisman di Jakarta, Rabu 9 September 2010.

Menurut dia, Askobi memohon perhatian Pedmerintah Indonesia bagi nasib para korban serangkaian ledakan bom teror yang terjadi di Tanah Air.

Askobi menyelenggarakan acara peringatan tragedi enam tahun bom Kuningan pada 9 September 2004, yang juga dihadiri oleh korban, keluarga korban dan relawan dari tragedi bom BEJ, Kedubes Australia, JW Marriot, bom Bali I dan II.

Peristiwa bom Kuningan menewaskan 90 persen warga pribumi bahkan 75 persen di antaranya merupakan kalangan menengah ke bawah, tambah Mulyono, yang terluka di bagian rahang pada saat bom Kuningan 2002.

"Dalam setiap kasus, efek ledakan bom baru akan terasa setelah dua atau tiga tahun. Kami berharap pemerintah tidak begitu saja lupa akan tragedi itu dan membantu para korban," ujarnya.

Askobi sendiri berdiri atas dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata Humas Askobi, Vivi Normasari.

Vivi menjelaskan bahwa pihaknya terus mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menangani korban pasca tragedi berlangsung, terlebih dalam biaya perawatan kesehatan untuk pemulihan kondisi korban.

"Jika ada peledakan bom lagi, kami akan jadi yang pertama turun sebagai relawan karena kami tahu bagaimana rasanya (terabaikan untuk mendapat perawatan medis)," ujarnya. (ant)


Share |
BERITA TERKAIT:
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb