Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
Pemekaran Desa Percepat Pembangunan Asahan
Qayyum
Taufan Gama Simatupang
KISARAN (EKSPOSnews) : Apakah jumlah 25 kecamatan sekarang sudah benar. Sebelum pemekaran dengan Kabupaten Batubara, Asahan memiliki 20 kecamatan, tetapi paska pemekaran justru menjadi 25 kecamatan. Demikian dikatakan Wakil Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, kemarin.

Dikatakan Taufan, satu kecamatan bisa menghabiskan biaya operasional dan belanja aparatur sampai Rp.1 millar pertahun. Dengan jumlah 25 kecamatan yang ada sekarang, berarti dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp.25 miliar. Sedangkan sama diketahui, tidak ada subsidi apapun dari pemerintah pusat untuk tingkat kecamatan. Sehingga, seluruh anggaran dibutuhkan itu mutlak menjadi tanggungan APBD Asahan setiap tahun.

Akibatnya, kesempatan masyarakat untuk bisa merasakan pembangunan kian berkurang. Cukup besar anggaran yang dikeluarkan habis untuk belanja operasional dan biaya aparatur saja. “Bagaimana membangun Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri, kalau tata kelola pemerintahan, seperti dinas, badan dan kantor termasuk kecamatan belum tentu benar. Semua harus ditata kembali,” ungkap Taufan Gama.

Taufan tidak menyalahkan siapapun terkait hal itu. Demikian juga mengenai terjadinya pemekaran kecamatan. “Bukan salah, tetapi apa sudah benar. Konsep yang paling tepat adalah pembangunan desa yang diperbesar. Bila perlu, dari 204 jumlah desa/ kelurahan yang telah ada ditumbuhkan menjadi 400 desa/ kelurahan,” tegasnya.

Karena, bantuan pemerintah pusat adanya di tingkat desa/ kelurahan, bukan kecamatan. Kalau kecamatan disupport terus, hanya akan menyedot APBD setiap tahun. Taufan berharap program yang telah ada dapat berjalan dengan baik.(Qayyum)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb