- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pengadaan Alkes RSUD Doloksanggul Bernuansa KKN
DOLOKSANGGUL (EKSPOSnews): Pengadaan alat kesehatan (alkes), berupa kursi tunggu 19 unit senilai Rp19 juta, Laptop berikut LCD senilai Rp35,15 juta, Ambulance senilai Rp247,17 juta dan alkes lainnya, sejumlah Rp4,35 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2009, diduga bernuansa KKN dengan markup jumlah serta jenisnya.
Dugaan ini sangat beralasan karena bila dilihat dari jumlah, kondisi, serta peruntukkannya belumlah terlalu mendesak untuk digunakan karena personil maupun operator masih sangat minim serta belum dapat mengopersikan peralatan tersebut secara maksimal Informasi yang berkembang, proses pengadaan alkes juga diduga menimbulkan rumor bahwa pimpro sebagai tumbal dengan cara yang wajar dan sistematis. Disamping itu, pengadaan alkes juga di perkirakan diarahkan seorang pejabat eselon II di pemkab Humbahas kepada pemborong tertentu. Sementara itu, Reza, bendahara RSUD Doloksanggul ketika ditanyai seputar pengadaan alkes mengaku hanya mengetahui sebatas besaran pagu. “Kami hanya mengetahui besaran pagu alkes tadi, lebih rincinya tanyakan langsung ke Direktur atau pada kepala instalasi sarana dan prasarana RSUD,” katanya, sembari permisi menghadirkan kepala instalasi dimaksud. Ditempat terpisah, H Simamora, kepala instalasi sarana dan prasarana RSUD Doloksanggaul saat ditanyai jenis dan nama alkes yang lebih spesifik, juga mengaku tidak mengetahuinya. Dan menurutnya “Kalau kursi tunggu dan mobil ambulance jelas terlihat oleh publik, sementara laptop dan LCD dibawa kekuasaan Direktur, dan barang lainnya ada di ruang instalasi sarana dan prasarana RSUD ini,” katanya. Dilanjutkannya, meskipun jabatan kepala instalasi disandangnya, namun kunci ruangan tempat penyimpanan alkes hanya dimiliki sang Direktur RSUD. “Sebaiknya, bila konfirmasi atau mengambil foto alkes, langsung saja sama Direktur, karena kewenangan itu tidak diberikan pada kami,” tukasnya. Ketika dikonfirmasi, Direktur RSUD Dolok Sanggul, Binner Sinaga, Selasa 10 Augustus 2010 tidak berhasil demikian juga melalui telepon selulernya tidak diangkat (erwin)
BERITA TERKAIT:
|