- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Ada 15 Saksi Melihat Feri Todongkan Pistol Kepada Lima Karyawannya
RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Kapolres Labuhanbatu sudah memanggil sejumlah saksi mengenai laporan penodongan senjata kepda lima karyan yang dilakukan anggota DPRD Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut Feri Andika.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan, melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Supriadi mengatakan perkembangan penyidikan kasus oknum anggota dewan yang dituduh menodongkan senjata, baru tahap memeriksa beberapa saksi yang melihat kejadian itu. “Ada 15 saksi mata yang melihat kejadian itu. Itu sudah cukup bagi polisi memenuhi unsur dalam proses jalannya penyidikan perkara," ujar AKP Dedi Supriadi. Kasat Reskrim AKP Dedi Supriadi menyebutkan masih berstatus terlapor, karena masih ada beberapa saksi yang belum selesai dimintai keterangan. Kemudian surat izin untuk Gubernur Sumatra Utara untuk memeriksa belum dilayangkan. Soal adanya bantahan Feri Andika, yang tidak mengakui melakukan pemerasan, penodongan, dan penganiayaan terhadap kelima karyawannya, Kasat Reskrim, tidak mempersoalkannya. "Itu sah-sah saja, dia tidak mengakui. Yang jelas, ada 15 saksi mata yang melihat kejadian itu,” tegasnya. Anggota DPRD Labuhan Batu Feri Andika, membantah telah menodongkan senjata terhadap lima karyawan kebun kepala sawit miliknya. “Seluruh laporan itu hanya rekayasa,” tuturnya. Menurut dia, laporan lima karyawannya ke polisi itu bohong dan direkayasa. “Saya tidak ada menodongkan senjata, karena saya tidak punya pistol. Masalah yang katanya saya memeras itu juga salah, karena uang yang diberikan itu memang benar namun bukan hasil perasan akan tetapi mereka membayar kerugian dari sawit yang mereka curi selama ini," terang Feri Andika. Dia juga mengatakan, mereka telah menandatangani surat perdamaian. Kasus ini sebenarnya terjadi pada 5 Januari 2010 lalu. Sebenarnya, persoalannya juga sudah selesai melalui perdamaian. Justru kata Feri Andika, ia sendirilah yang bermaksud melaporkan pencurian sawit miliknya itu ke pihak kepolisian. Akan tetapi istri dan kelima karyawannya itu pula yang meminta tolong agar diselesaikan secara kekeluargaan. "Sudah puluhan ton buah kelapa sawit saya hilang dicuri mereka dan itu terjadi sudah berulang-ulang. Saya sudah memperingatkan mereka tetapi masih diperbuatnya juga, makanya saya mau melapor ke polisi. Tiba-tiba istri mereka meminta tolong makanya diselesaikan secara kekeluargaan," aku Feri Andika. (ma)
BERITA TERKAIT:
|