Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
2 Calon Komisioner Komisi Yudisial Lakukan Pelecehan Seks dan Selingkuh
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemantau Peradilan menemukan 39 permasalahan yang menggelayuti calon komisioner Komisi Yudisial (KY). Dua dari 30 kandidat didapati pernah melakukan pelecehan seksual dan selingkuh.

"Ini berdasarkan hasil invetigasi lapangan, dan melihat perilaku dia selama ini di lapangan. Dua kejadian itu dilakukan dua calon berbeda dan belum pernah dilaporkan ke kepolisian," ungkap peneliti hukum ICW,

Donald Fariz di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Minggu 29 Agustus 2010.

Donald menolak mengungkap nama calon yang melakukan kedua perbuatan tercela tersebut.

Yang jelas, tutur Donald, apabila si calon pernah melakukan kedua perbuatan tercela itu, maka akan memengaruhi kerjanya jika terpilih kelak. "Artinya, mereka ada problem moral dan integritas," tuturnya.

Donald mengatakan 39 temuan permasalahan yang dimiliki calon-calon KY yang menonjol adalah permasalahan terkait banyaknya calon mempunyai afiliasi dan karier politik atau tidak independen, memiliki kekayaan tidak wajar, diduga terlibat praktik mafia peradilan, nepotisme, plagiasi, melalaikan tanggung jawab saat menjabat di lembaga negara atau tempatnya bertugas, melakukan perbuatan tercela seperti pelecehan seksual dan selingkuh.

Langkah dalam invetigasi selama seminggu ini, di antaranya penelusuran calon melalui media massa, klarifikasi dan konfirmasi data calon, wawancara informan yang mengenal calon, wawancara calon, dokumentasi (foto) harta kekayaan calon, serta melakukan penelusuran lapangan.

"Penelusuran lapangan ini menyangkut lingkungan kerja, rumah dan kondisi keluarga. Jadi, investigasi kita independen," tandasnya. (in)



Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb