- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Di Simalungun, Anak Usia 1 Tahun Tewas Dilempar Ayahnya dengan Parang
Jansen
Pelaku N Sidabutar diamankan di Polsek Dolok PanribuanSIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Cesilia br Nainggolan anak berumur 1 tahun lebih meninggal dunia akibat bagian kepalanya dilempar parang oleh N Sidabutar, 60, warga Dusun Naga Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu sore 1 September 2010 sekitar pukul 17.00 WIB.
Informasi yang dihimpun di lapangan, sore itu awalnya pelaku sedang perang mulut dengan istrinya br Tindaon, 60. Saat bertengkar, pelaku pergi ke dapur dengan membawa sebilah parang. Mengetahui hal tersebut, istri pelaku langsung lari, sehingga membuat N Sidabutar emosi dan langsung melemparkan parang yang dipegangnya. Namun, parang itu jusru mengenai kepala korban yang sedang digendong ibunya saat melintas dari depan rumah pelaku. Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membawa korban dengan kondisi kepala berdarah ke Klinik Bio yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Karena kondisinya semakin memburuk akhirnya dirujuk untuk dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kota Pematangsiantar. Meskipun sudah dirawat di bagian ICU, malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB korban akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku langsung diamankan di Polsek Dolok Panribuan. Informasi lain yang berhasil dihimpun, antara korban dengan pelaku ternyata masih ada hubungan keluarga. Korban merupakan anak kedua dari pasangan suami istri (pasutri) O Nainggolan dan br Silaban. Kamis 2 September 2010 jenazah korban disemayamkan di kampung halamannya. Sementara itu pelaku N Sidabutar saat ditemui di Mapolsek Dolok Panribuan membenarkan perbuatannya telah melempar parang ke kepala korban. Hanya saja pria uzur ini mengaku perbuatannya tersebut tidak disengaja melainkan khilaf, karena sedang bermasalah dengan istrinya. Kapolres Simalungun melalui Kabag Bina Mitra Kompol Ramli Sirait membenarkan adanya kejadian tersebut dan sudah melakukan penahanan terhadap pelaku untuk kemudian diproses sesuai prosedur hukum. (jansen)
BERITA TERKAIT:
|