Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Jum'at, 10 Februari 2012
Follow: 
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Penyerahan Bantuan Program Bina Lingkungan PTPN IV tahun 2012
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Seorang Nenek Renta di Simalungun Tewas Dibantai Tetangganya
SIMALUNGUN (EKSPOSnews) : Umi Kalsum, 85, warga Huta Empat Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut, ditemukan tewas berlumuran darah, Selasa 7 September 2010 sekitar pukul 08.00 WIB di rumahnya.

Nenek yang memiliki empat orang cucu ini tewas karena dibantai tetangganya, Ucok Sinaga, 34, yang diduga mengalami stres. Sebelum membunuh korban, pelaku terlebih dahulu menganiaya istrinya sendiri, Zubaidah.

Petugas Polsek Tanah Jawa yang mengetahui kejadian ini setelah warga melapor, langsung meluncur ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berselang tiga jam kemudian pelaku berhasil dibekuk dari tempat persembunyian sekitar areal perkebunan sawit di Kampung Jaya Parmonangan

Sementara itu, jasad perempuan berstatus janda ini dibawa ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih untuk diotopsi. Sedangkan pelaku masih diamankan di kantor Polsek Tanah Jawa bersama barang bukti yang disita dari lokasi kejadian.

Cucu korban, Lastri mengaku, selama ini neneknya tinggal sendiri di rumah tersebut. Menurutnya, awalnya korban ditemukan salah seorang pengembala lembu saat melintas dari sekitar lokasi kejadian. Pengembala itu  melihat pintu depan dan belakang rumah korban terbuka.

Lastri menambahkan, penggembala lembu itu semula tidak merasa curiga dan mengira korban lupa menutup pintu rumahnya. Namun saat pulang usai menggembalakan lembu, pengembala itu melihat pintu rumah korban masih terbuka dan merasa curiga. Lalu pengembala itu menceritakan hal tersebut pada keluarganya  sesampai di rumah.

Karena penasaran, penggembala lembu bersama warga lainnya mendatangi rumah korban. Ternyata korban ditemukan telah bersimbah darah dengan luka pada bagian wajah dan kepala. Di sekitar lokasi penemuan mayat korban juga ditemukan sebatang kayu dan tapak kaki pelaku yang menempel di seng yang tersusun didalam rumah, termasuk uang berserakan sebesar Rp25 ribu di lantai.

Selain itu, warga menemukan istri pelaku, Zubaidah di bagian belakang rumah, dengan kondisi tidak bisa berjalan dan mengaku baru dipukuli suaminya.

 Ada dugaan  Zubaidah berusaha melerai pelaku saat menganiaya korban, namun tidak berhasil dan justru dianiaya.

“Kemarin kami datang menjemput nenek untuk dibawa ke Kampung Jampalan, namun menolak dan menyuruh dijemput esok hari,” papar Lastri.

Sementara itu, Juned anak korban mengatakan, sejak ayahnya bernama Selamat meninggal dunia puluhan tahun lalu, ibunya tinggal seorang diri di rumah tersebut. Menurutnya, kejadian tewasnya ibunya diketahui pukul 10. 00 WIB, setelah warga ramai mendatangi rumah tersebut.

Rencananya jasad korban akan dikebumikan di pekuburan umum kampung Jaya Parmonganga, berdampingan dengan kuburan suaminya. Hingga saaat ini jenazah korban masih diotopsi, sedangkan polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. (jansen)
 



Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb