Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,medan kini,terkini,medan, sumatera utara,sumut,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Senin, 06 Februari 2012
Follow: 
Peninjauan Lapangan
Penghargaan
Telkomsel Sediakan Fasilitas Download Lagu Sepuasnya
Frost&Sullivan Awards 2011
SPBU Hangus Terbakar di Rantauprapat
Ruwatan Kemerdekaan di Jembatan Merah
Aksi FAM Unair: Usut Tuntas Kasus Korupsi
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Soal Lapindo
Aksi Peringatan Harkitnas FAM Unair dengan Memanjat Patung Gubernur Suryo
Doa Bersama FAM Unair di  Makam WR Supratman
Aksi  Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga Tolak Skema Baru Biaya SP3 Unair
Polisi Razia Tempat Hiburan Medan
7 Warga Iran Penyelundup Sabu-Sabu Terancam Hukuman Mati
BALI (EKSPOSnews): Tujuh tersangka warga negara Iran penyelundup 476 kapsul sabu-sabu yang disimpan di dalam perut  diancam hukuman mati.

Kapolda Bali Irjen Polisi Sutisna kepada wartawan di Mapolda Bali menegaskan tujuh warga negara Iran yang ketahuan membawa sabu-sabu bakal dijerat dengan hukuman mati.
Polda Bali berhasil mengeluarkan sebanyak 476 kapsul sabu-sabu dari tujuh tersangka. Hasil uji laboratorium menyebutkan serbuk yang ada dalam kapsul mengandung 99 persen zat metamphetamine.

Sutisna mengatakan, aparat kepolisian bekerja sama dengan badan antinarkotika AS atau DEA (Drug Enforcement Administration) untuk turut membantu mengungkap sindikat kejahatan transnasional tersebut.

Sebelumnya, Polda Bali kembali berhasil mengeluarkan 105 butir kapsul dari perut tiga tersangka, yaitu Masoud Soltani Nabizadeh, Saeid Soltani Nabizadeh dan Mohsen Mohammad Argasi. Akan tetapi, polisi kesulitan melakukan penyidikan karena tersangka hanya bisa berbahasa Persia.

Penerjemah bahasa Arab tidak mampu membantu upaya interogasi para tersangka. Para tersangka diciduk saat tiba di Bandara Ngurah Rai dengan pesawat Qatar Airways nomor penerbangan QR-624. “Masih susah menginterogasi para tersangka karena tidak dapat berbahasa Arab, Inggris dan hanya bisa bicara bahasa Persia.” (vn/cbs)

Share |
Leave your comment.
Name*:
Email*:
Website:
Comment*:
: * Type the captcha!
Mobile Version | Profile | Kontak | Iklan | Disclaimer | RSS
Copyright eksposnews.com © 2009-2012
All Rights Reserved. design by. arieweb