- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Petani Karo Rugi Besar
MEDAN (EKSPOSnews): Akibat debu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung, petani di Kabupaten Karo, Sumut diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp30 miliar.
Kepala Dinas Pertanian Sumut Muhammad Roem mengatakan kondisi pertanaman di lima kecamatan yang beradius 6 km dari Gunung Sinabung masih posisi terkena atau belum ada yang puso. Debu vulkanik yang melekat pada tanaman, kata dia, perlu diantisipasi dan diwaspadai karena dapat menghambat proses fotosintesa tumbuhan. “Dari pantauan kami di lapangan sekitar 15.341hektare komoditi tanaman pangan, hortikultura dan palawija di 5 kecamatan tersebut terkena semburan letusan gunung. Akibat letusan dari 27 Agustus 2010, banyak petani harus meninggalkan areal pertanamannya. Kegiatan usaha yang dilakukan sebelumnya menjadi terhenti sehingga diperkirakan petani mengalami kerugian mencapai Rp30 miliar, " ujarnya. Dia mengatakan, daerah yang terancam berat akibat semburan debu vulkanik di adalah Kecamatan Manan Teran, Simpang Empat, Tiganderket, Payung, dan Kecamatan Merdeka. Tanaman hortikultura yang terkena debu seluas 11.367 hektare dan tanaman palawija seluas 3.974 hektare. "Debu-debu vulkanik itu bisa menyuburkan tanah, tapi jika melekat pada daun atau batang akan menyumbat pernafasan tumbuhan dan mengakibatkan kematian," jelasnya. Berdasarkan data, padi sawah yang terkena semburan letusan gunung Sinabung di lima kecamatan mencapai 882 hektare, padi gogo skitar 70 hektare, jagung mencapai 2.199 hektare, kacang tanah seluas 27 hektare, ubi jalar 196 hektare, bawang daun 200 hektare, kentang 918 hektare, kubis sekitar 1.238 hektare, sawi atau petsai seluas 1.106 hektare, cabai seluas 1.247 hektare, tomat 538 hektare, buncis 737 hektare, wortel 234 hektare, lobak 124 hektare, ercis seluas 24 hektare, komoditi kol bunga 443 hektare dan labu siam seluas 15 hektare. Selain itu komoditi jeruk seluas 4.272 hektare, durian 166 hektare, duku seluas 8 hektare, salak 25 hektare, pisang 16 hektare, alpukat sekitar 55 hektare,kopi seluas 1.189 hektare, coklat 399 hektare, cengkeh 96 hektare dan kelapa 55 hektare. "Jika semua pertanaman ini mengalami gagal panen maka diprediksikan dapat kehilangan produksi sekitar 500.000 ton.” (osm)
BERITA TERKAIT:
|