- Home
- Nasional
- Politik
- Ekonomi & Keuangan
- Hukum & Kriminal
- Agribisnis
- Olahraga
- Hiburan
- Ragam
- Gallery
- Pilkada
- Index

|
||
|
Pelindo I Akan Bangun Terminal CPO di Kuala Tanjung
MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I akan membangun terminal curah Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara, untuk mengantispasi ketidakmampuan daya tampung di Pelabuhan Belawan.
"Investasi sekitar Rp567,5 miliar. Terminal curah CPO itu juga untuk mendukung KISM (Kawasan Industri Sei Mangkei) di Simalungun," kata Direktur Utama PT.Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Alfred Natsir di Medan, Rabu. Dia berbicara pada pemaparan rencana kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu berkaitan dengan potensi KISM di Kabupaten Simalungun yang direncanakan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut dia, kapasitas terminal curah CPO di Pelabuhan Belawan maksimum sebanyak 4,5 juta ton per tahun, sementara pada tahun ini, kapasitas terpakai sudah 4 juta ton. "Kalau tidak dibangun yang baru di Pelabuhan Kuala Tanjung, bagaimana nasib ekspor CPO Sumut dan daerah lain yang juga mengandalkan Belawan. Jadi sebenarnya ada tidak ada KISM, Pelindo memang melirik Kuala Tanjung untuk pengembangan Pelabuhan Belawan," katanya. Dia menjelaskan, Pelabuhan Belawan sudah sangat sulit untuk dikembangkan. "Kapasitas untuk Terminal Peti Kemas yang maksimum 2 juta teus per tahun, dewasa ini sudah terpakai 1.300.000 teus, karena itu juga Pelindo I akan membangun Terminal Peti Kemas itu juga di Kuala Tanjung," kata Alfred. Belum lagi alur Pelabuhan Belawan yang maksimum -9,50 mLWS, sementara ke depan dibutuhkan draft -14,00 mLWS. Sejalan dengan Master Plan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan alternatif ang pas untuk pengembangan Pelabuhan Belawan dan sebagai Hub Port di barat, katanya. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, menyebutkan, kebijakan Pelindo I yang sudah mempersiapkan sejak awal infrastruktur pelabuhan menyusul kesulitan pengembangan di Pelabuhan Belawan dan sekaligus mendukung KISM yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus mendapat dukungan penuh. "Selama ini Sumut bahkan Indonesia menjadikan Pelabuhan Belawan salah satu pelabuhan ekspor-impor dan antarpulau utama. Kalau nyatanya nanti Belawan sudah "full" kapasitas lalu tidak ada alternatif pelabuhan lainnya, jelas perdagangan nasional dan ekspor terganggu," katanya. Infrastruktur khususnya pelabuhan ekspor-impor harus semakin diperkuat menyusul Indonesia menjadi salah satu negara yang paling dilirik investor untuk tempat investasi di kawasan Asean.(antara)
BERITA TERKAIT:
|